Sabtu, 01 Oktober 2016

RESUME WIRELESS

Wireles merupakan suatu teknologi yang menghubungkan dua buah computer atau lebih dengan menggunkan media transmisi gelombang radio.

Wi-Fi memiliki standar & spesifikasi IEEE 802.11 dan menggunakan frekuensi 2,4GHz dan 5GHz.
MikroTik mendukung standar IEEE 802.11a/b/g/n

 802.11a  frekuensi 5GHz, 54Mbps.
 802.11b  frekuensi 2,4GHz, 11 Mbps.
 802.11g  frekuensi 2,4GHz, 54Mbps.
 802.11n (Level 4 keatas)  frekuensi 2,4GHz atau 5GHz, 300Mbps

Wireless Band
Band merupakan mode kerja frekuensi dari suatu perangkat wireless, untuk menghubungkan 2 perangkat, keduanya harus bekerja pada band frekuensi yang sama.

Frequency Channel adalah pembagian frekuensi dalam suatu band dimana Access Point (AP) beroperasi. Nilai-nilai channel bergantung pada band yang dipilih, kemampuan wireless card, dan aturan/regulasi frekuensi suatu negara.Range frequency channel untuk masing-masing band adalah sbb:
1.      2,4 Ghz = 2412 s/d 2462 MHz
2.      5 Ghz = 4920 s/d 6100 MHz
Lebar Channel adalah rentang frekuensi batas bawah dan batas atas dalam 1 channel, mikrotik dapat mengatur beberapa lebar channel yang akan digunakan, default lebar channel yang digunakan adalah 22Mhz (ditulis 20Mhz). Lebar channel dapat dikecilkan menjadi (5MHz) untuk meminimalisil frekuensi, atau dibesarkan (40MHz) untuk mendapatkan troughput yang lebih besar. 

Regulasi Frekuensi
Setiap negara memiliki regulasi tertentu dalam hal frekuensi wireless untuk internet carrier.
Indonesia telah merdeka untuk menggunakan frekuensi 2.4 Ghz berdasarkan KEPMENHUB no.2/2005 berkat perjuangan para penggerak internet sejak tahun 2001
Regulasi tersebut dalam mikrotik didefinisikan pada bagian wireless “country-regulation”
Namun apabila diinginkan untuk membuka semua frekuensi yang dapat digunakan oleh wireless card, dapat menggunakan pilihan “superchannel”.

Konsep koneksi wireless
1.      Koneksi terjadi antara Access Point dengan satu atau lebih station.
2.      Koneksi antar WDS-slave dengan WDS-slave
3.      Koneksi terjadi apabila ada kesamaan SSID dan kesamaan Band.
4.      Station secara otomatis akan mengikuti channel frekuensi pada AP.
5.      Station hanya dapat melakukan scan AP dengan list channel frekuensi yang di set pada station.

Mode Interface wireless
  • AP Mode

a.       AP-Bridge = wireless difungsikan sebagai Access Point
b.      Bridge = hampir sama dengan AP-Bridge, namun hanya bisa dikoneksikan oleh 1 station/client, mode ini biasanya digunakan untuk point-to-point.
  • Station Mode

a.       Station = scan dan conect AP dengan frekuensi & SSID yang sama, mode ini TIDAK DAPAT di BRIDGE
b.      Station-bridge =sama seperti station, mode ini adalah mikrotik proprietary. Mode untuk L2 bridging, selain Wds.
c.       Station-wds=sama seperti station, namun membentuk koneksi wds dengan AP yang menjalankan WDS
d.      Station-pseudobridge=sama seperti station, dengan tambahan MAC address translation untuk bridge
e.       Station-pseudobridge-clone=sama seperti Station-pseudobridge , menggunakan station-bridge-clone-mac address untuk konek ke AP.
  • Special mode

a. alignment-only = mode transmit secara terus-menerus digunakan untuk positioning antena jarak jauh.
b. nstreme-dual-slave = digunakan untuk sistem nstreme-dual
c. WDS-slave = sama seperti ap-bridge, namun melakukan scan ke AP dengan SSID yang sama dan melakukan koneksi dengan WDS apabila link terputus, akan melanjutkan scanning.
Wireless Tools
Ada beberapa tool dalam wireless Mikrotik yang dapat digunakan untuk optimasi link
1. Scan = untuk melihat informasi AP yang aktif, beserta SSID dan memudahkan untuk membuat koneksi ke AP aktif tersebut.
2.    Align=untuk pointing antena
3.   Sniff = untuk melihat lalu lintas paket data di jaringan
4.  Snooper = seperti tool scan, informasi AP yang aktif secara lengkap, SSID, channel yang digunakan, signal strength, utilitas/traffic load dan jumlah station pada masing-masing AP
5.  Bw-test= digunakan untuk test bandwisth khusus untuk Mikrotik, bw test dapat didownload di web resmi mikrotik.

Rate flapping
Data rate adalah sebuah nilai yang menggambarkan seberapa banyak data digital yang dapat dipindahkan dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dalam satuan detik.
Data rate dipengaruhi oleh kuat lemahnya sinyal
Rate flapping terjadi karena naik turunnya data rate (rate jump)
Rate flapping dapat dicegah dengan memilih data rate yang lebih rendah agar link lebih stabil

Wireless Mac filtering
AP dapat dilakukan pembatasan hak akses dimana AP hanya dapat dikonek oleh station yang sudah didaftarkan.
Station, agar tidak tertipu dengan SSID AP yang sama, dapat dilock agar terkoneksi dengan AP yang sudah didaftarkan
AP-Accest List. Accest list pada AP memfilter station mana saja yang boleh terkoneksi. Access list dapat berfungsi apabila wireless default aithenticate di non aktifkan (uncheck)
Station-Connect List, pada wireless station, connect list membatasi AP mana saja yang boleh/tidak boleh terkoneksi.

Registration List
Pada Access Point dan Station, Registered List berisi data AP/station yang sedang terkoneksi.
Untuk memudahkan filtering pada Access List dan Connection List, menggunakan menu “Copy to Access/Connect List”

Default Authenticated
Untuk menggunakan pilihan Connection List atau Access List baik pada AP atau Station Default Authenticated harus di uncheck.

MAC Filtering 
Filter mac address agar koneksi point to point anda dengan partner tidak mudah dikacaukan oleh koneksi lain.

Wireless Security
Untuk pengamanan koneksi wireless, tidak hanya cukup dengan MAC-Filtering, karena data, yang lewat ke jaringan bisa diambil dan dianalisa.

Sumber : modul MTCNA v3